BERBAGI

GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR LAMPUNG
ARINAL DJUNAIDI – CHUSNUNIA CHALIM MEMASUKI SATU BULAN MEMIMPIN BUMI RUWA JURAI, PASCA DILANTIK PRESIDEN RI JOKO WIDODO DI ISTANA NEGARA JAKARTA, RABU, 12 JUNI 2019. KEDUANYA SANGAT KOMITMEN MENGAMANAHKAN DIRI AGAR TERWUJUD RAKYAT LAMPUNG BERJAYA.

HINGGA Jumat, 12 Juli 2019, Arinal – Nunik tepat satu bulan memimpin Bumi Ruwa Jurai. Gerak cepat memenuhi kondisi masyarakat aman, berbudaya, maju, berdaya saing, dan sejahtera, sesuai enam visi dan misi Lampung Berjaya melalui 33 janji kerja, sungguh luar biasa.

Setelah pekan lalu mengingat janji kerja Bidang Pertanian, catatan akhir pekan ini melangkah ke Bidang Pendidikan.

Ada enam janji kerja Arinal – Nunik di Bidang Pendidikan, yakni;
1. Beasiswa anak petani Rp20 juta;
2. Bangun sekolah tinggi ilmu Alquran;
3. Tunjangan pendidikan siswa Rp1 juta;
4. Memprioritaskan pendidikan anak usia dini;
5. Mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan;
6. Memberi ruang terhadap anak muda berprestasi untuk bersama membangun Provinsi Lampung.

Melihat enam janji kerja tersebut, tampaknya Arinal – Nunik ingin menggoreskan tinta tak terlupakan dalam lembaran hidup.

Dulu, mengeyam pendidikan bangku sekolah jauh dari angan usia didik. Terlebih pendidikan tinggi. Seribu banding satu, bahkan lebih, ada anak petani jadi sarjana.

Perlu diingat, provinsi ini pernah menorehkan catatan mencengangkan. Bayangkan saja, 57 ribu anak putus sekolah!

Jangankan mewujudkan cita-cita lulus perguruan tinggi, melewati pendidikan formal dari (sekolah) dasar, menengah dan atas, termasuk pendidikan yang disamakan, saja sulit.

Untuk itu, jika akan membenahi bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota hendaknya duduk satu meja. Membahas detil angka putus sekolah, angka partisipasi sekolah sesuai kelompok usia, angka partisipasi murni sudah proporsional atau belum, dan melihat juga angka partisipasi kasar melalui Gross Enrollment Ratio (GER) pada masing-masing jenjang.

Yang tak kalah penting adalah membedah rasio kelas terhadap ruang belajar, rasio murid terhadap kelas, dan rasio murid terhadap sekolah.

Dan terpenting lagi, rasio murid terhadap guru. Termasuk kompetensi guru sesuai bidang studi. Sehingga output nya memiliki skill berdaya saing.

Setelah itu, melangkah ke jenjang pendidikan tinggi. Jenjang ini mulai universitas, Institute, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi.

Yang membedakan kelima bentuk perguruan tinggi tersebut adalah kuantitas atau jumlah program studi, jenjang strata (gelar), seta orientasi atau tujuan dari diselenggarakannya studi.

Selama ini, orang tua didik selalu mengarahkan politeknik dan akademi. Sebab apa? Karena, mereka berpikir siap kerja usai wisuda.

Akan tetapi kembali ke persoalan semula. Tidak semua bisa mengeyam bangku sekolah hingga pendidikan tinggi. Karena itu, Arinal – Nunik sudah menggaungkan beasiswa bagi anak petani berprestasi sejak kampanye Pilgub 2018 lalu. Bukan saja anak petani. Anak nelayan berprestasi juga mendapatkan kesempatan yang sama.

Hal tersebut menjadi prioritas PERTAMA JANJI KERJA Arinal – Nunik pada Bidang Pendidikan. Setelah terpilih pada Pilgub 27 Juni 2018, Arinal – Nunik memastikan melibatkan perguruan tinggi di Lampung dalam mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

Komitmen itu dibuktikan pertemuan Gubernur Arinal dengan seluruh rektor di Lampung, pada Rabu, 3 Juli 2019. Pertemuan dengan rektor, baik negeri maupun swasta di Ruang Rapat Gubernur Lampung itu adalah langkah besar.

Ingat, ini sejarah! Selama ini, belum pernah ada gubernur yang bertemu khusus dengan para pimpinan universitas itu di ruangan kerjanya.

Hal itu diakui pula oleh para rektor yang hadir. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah II-B Lampung, Firmansyah, yang juga Rektor IBI Darmajaya, mengapresiasi Gubernur Arinal yang langsung bergerak cepat dalam merangkul PTN dan PTS di Provinsi Lampung.

Terbaru, komitmen tersebut disampaikan Gubernur Arinal melalui Penjabat Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto saat membukaWorld Indonesia Scholarship (WISH) Festival Lampung 2019, di GSG Universitas Lampung (Unila), pada Sabtu, 13 Juli 2019.

Pemberian beasiswa diharapkan dapat berkorelasi dengan kualifikasi memperoleh pekerjaan dan menciptakan lapangan kerja.

JANJI KERJA KEDUA Bidang Pendidikan adalah membangun sekolah tinggi ilmu Alquran. Dalam berbagai kesempatan,
Arinal – Nunik memastikan merangkul pondok pesantren (Ponpes) di Provinsi Lampung dalam mewujudkan Provinsi Lampung Berjaya.

Bahkan, akan mendapatkan perhatian lebih, baik secara kebijakan peraturan maupun anggaran.

Terakhir hal ini disampaikan Wagub Nunik pada Milad Ke-15 Ponpes Salafiyyah Tahfidzul Qur’an Madarijul ‘ulum, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Sabtu, 6 Juli 2019.

Nunik menegaskan, ia bersama gubernur sangat konsen memberikan perhatian dan memajukan ponpes di Lampung. Bahkan, disebutkan visi Provinsi Lampung Berjaya tak akan berjaya apabila dunia pesantren tidak berjaya.

JANJI KERJA KETIGA, yakni tunjangan pendidikan siswa Rp1 juta. Terkait hal ini, gubernur menjelaskan, pendidikan adalah salah satu kunci pembentukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Ini sekaligus memberikan akses pemerataan pendidikan. Sesuai JANJI KERJA KELIMA.

Selain tunjangan dan beasiswa, memberikan akses pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, kepada masyarakat adalah upaya mencegah angka putus sekolah. Itu pula yang jadi cerminan pada penerimaan peserta didik baru 2019. Zonasi sekolah mempertegas jangan sampai ada anak putus sekolah, sementara dilingkungan tempat tinggalnya terdapat gedung sekolah.

Kedekatan lokasi sekolah dengan domisili juga memperkecil biaya yang dikeluarkan ketika menuju ke sekolah. Tidak lagi memeperlukan biaya transportasi.

JANJI KERJA KEEMPAT, memprioritaskan pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD adalah pondasi awal penguatan pendidikan karakter. Karena itu, PAUD harus terstandar dan terakreditasi.

Bentuk perhatiannya, Pada 27 Juni 2019, Wagub Nunik membuka Pelatihan Calon Asesor (PCA) berskala Nasional untuk akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD dan PNF). Pelatihan di Hotel Horison Bandar Lampung tersebut diikuti 178 peserta.

Wagub menyampaikan harapan agar peserta mengikuti pelatihan sebaik-baiknya agar menjadi asesor berkualitas. Hal itu sangat penting sebagai pondasi untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

JANJI KERJA TERAKHIR Bidang Pendidikan, adalah memberi ruang terhadap anak muda berprestasi untuk bersama membangun Provinsi Lampung.

Gubernur Arinal meminta generasi muda yang memiliki kreativitas tinggi mampu menjadi problem solver. Kaum milenial menjadi agen perubahan dan berperan aktif mendongkrak perekonomian Provinsi Lampung.

Hal itu pula yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Lampung Taufik Hidayat saat menghadiri acara Marketeers Festival 2019 di Ballroom Swiss-Belhotel, Selasa, 2 Juli 2019.

Selain itu, Arinal – Nunik memfasilitasi kaum millenial untuk mengharap bisnis startup. Space untuk startup akan menjadi tempat untuk berkumpul, dan berkarya bagi penggiat Startup Lampung.
Keduanya memberikan dorongan karena bisnis startup dapat meningkatkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Semoga, action Arinal – Nunik, terus membawa perubahan berkelanjutan di Bidang Pendidikan. Mengasah dan mengangkat kemampuan soft skill dan hard skill usia didik. Pembenahan ilmu dan moral untuk kebangkitan Lampung. Bangkit agar Rakyat Lampung Berjaya.

(Penulis adalah General Manager JP-News.id dan Medsoslampung.co/Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Lampung)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here