BERBAGI

Medsoslampung.co – Provinsi Lampung empat kali mengukir prestasi membanggakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Sayang, kejayaan diajang empat tahunan itu terus menurun pascakepemimpinan Oemarsono. Terakhir, Lampung bertengger di posisi lima besar.

Karena itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap ada perubahan besar pada tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung. Termasuk pembinaan hingga ke pengurus provinsi (pengprov) dan pengurus kabupaten (pengkab) cabang olahraga.

Agar itu tercapai, Arinal mendorong KONI Lampung bekerja profesional untuk melahirkan atlet-atlet profesional yang akan mengharumkan nama Lampung di level nasional hingga internasional.

Gubernur juga menyinggung soal pengurus KONI yang cenderung diisi oleh ketua partai dan anggota dewan. Pahadal, mereka punya kesibukan, dan itu jadi tidak maksimal.

“Ke depan, kepengurusan KONI akan saya berikan kepada orang-orang yang ahli. Tugas saya membantu keahlian. Itu bisa maksimal,” tegas Arinal, saat silaturahmi dengan Pengurus KONI dan Pengprov Cabang Olahraga Lampung di Kafe Woodstairs, Bandar Lampung, Jumat (21/6) malam.

Meski demikian, masukan gubernur ini tidak menjadi tolok ukur bagi KONI Lampung untuk segera melakukan pergantian kepengurusan.

“Pergantian kepengurusan nanti jangan dipercepat, jangan juga ditunda. Ikuti aturan yang sudah disepakati. Yang pasti calonnya bukan saya, tapi yang saya restui,” ujar Arinal.

Jelang pergantian kepengurusan KONI, menurut Arinal setidaknya ada tiga kriteria calon ketua KONI. Pertama memiliki keteladanan, kedua memiliki kemampuan finansial yang kuat, dan ketiga memberikan perhatian besar kepada cabang-cabang olahraga.

“Kenapa calon ketua KONI harus punya uang? Jangan sampai cari uang dari KONI. Anggaran yang dikelola besar, kalau macet-macet sedikit ketua bisa membantu. Kalau ada yang sanggup, silahkan. Saya juga sambil mencari siapa kira-kira yang pantas,” katanya.

Gubernur menegaskan menolak menduduki jabatan ketua KONI. Sebab memahami aturan dalam Permen yang menyebutkan pengguna anggaran tidak diperbolehkan menjadi penerima anggaran. Untuk itu, ia membuka peluang kepada yang profesional dan memiliki semangat membina. (rel/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here