BERBAGI
Direktur Komersil PTPN VII Ahmad Sudarto meletakkan batu pertama pembangunan Musala di Desa Kunjir.

Medsoslampung.co – Camat Rajabasa Saptudin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PTPN VII dan BUMN lain atas prakarsa membantu masyarakat pada pemulihan pascabencana tsunami Desember 2018.

Ia menyebutkan, wilayah Kecamatan Rajabasa, adalah daerah yang paling terdampak dari bencana yang terjadi pada 22 Desember 2018 lalu.

“Untuk diketahui, Desa Kunjir ini adalah desa yang paling terdampak. Korban meninggal dari desa ini ada 38 orang. Sedangkan satu kecamatan Rajabasa ada 98 orang yang meninggal dari 116 korban dari seluruh wilayah Lampung Selatan. Jadi, bisa dibayangkan situasi kami pada saat itu,” kata camat bergelar sarjana sosial itu.

Saptudin menambahkan, selain korban jiwa, ada ratusan yang luka-luka dan menderita sakit. Lalu, dari kerugian material, di Kecamatan Rajabasa terdapat 400 lebih rumah rusak berat dan 600 lebih rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada bangunan-bangunan fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan musala, puskesmas, dermaga, dan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PTPN VII dan BUMN, sebagai mana disampaikan oleh Pak Direktur Komersil tadi, bahwa tim dari PTPN VII sudah datang pada hari pertama bencana yang terjadi malam Minggu jam sembilan itu. Tanpa bantuan para relawan yang cepat dan tepat, entah apa yang terjadi hari-hari itu. Situasinya sangat mengerikan,” kata dia.

Kabag SDM PTPN VII Sultan Mare yang mendampingi tim PTPN VII menjelaskan, untuk pembangunan musala, pihaknya sangat terbantu oleh prakarsa relawan mahasiswa. Demikian juga dengan instalasi air bersih, pihaknya diberi masukan solusi untuk membangun bak penampungan dari mata air yang ada di Gunung Rajabasa, lalu disalurkan ke lokasi.

“Untuk air bersih, solusi mengalirkan dari mata air gunung itu sangat brilian. Dibanding membuat sumur bor, opsi ini jauh lebih menguntungkan secara jangka panjang. Airnya bagus, tidak membutuhkan listrik untuk memompa, dan mengalir 24 jam sehari, 365 hari setahun. Artinya ini air abadi, asli dari gunung. Debitnya juga sangat memadai. Tim kami sudah menyusuri ke sana,” kata dia. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here