BERBAGI

PESISIR BARAT-Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Krui Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), secara resmi menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprintlid) terkait kasus Uang Persediaan (UP) Tahun 2017 pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja-Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) sebesar Rp698 juta yang hingga kini belum dikembalikan ke kas negara.

Kepala Cabjari Krui, M. Amriansyah, S.H., M.H., ketika dikonfirmasi, Selasa (10/4), mengatakan bahwa hingga, Senin (9/4) sore kemarin, oknum Kasatpol PP-Damkar yakni M. Nursin Chandra, S.Pd., M.M., masih tidak juga mengembalikan dana UP Tahun 2017 tersebut. Maka, pihaknya secara tegas mengambil sikap dalam hal langkah hukum.

“Secara resmi penyelidikan kasus tersebut dimulai hari ini, setelah Sprintlid dengan Nomor Print: 02/N.8.14.7/Fd.1/04/2018 Tanggal 10 April 2018, resmi diterbitkan,” ujar Amri.

Dengan Sprintlid dimaksud sudah diterbitkan, maka terhitung sejak saat itu upaya pengumpulan bukti-bukti sudaj dimulai. Sementara untuk tim sendiri hanya beberapa orang yang memang bertugas di Cabjari Krui tersebut.

“Ya resmi hari ini dimulai, timnya petugas Cabjari Krui saja,”  pungkasnya. (ach/mst)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here