BERBAGI

Medsoslampung.co – Marji (50), warga di RT 06/07 Dusun Kemiling Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, menderita penyakit aneh.  Sekujur tubuhnya melepuh dan bersisik menyerupai kulit ular.

Buruh tani itu mengalami penyakit aneh tersebut lebih dari dua bulan yang lalu. Drinya mengaku tidak tahu penyebabnya.

Kini, Marji tergolek lemah di ruang perawatan penyakit kulit Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel  Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung.

Keluarga pasien Murad (60), dan Sarmaton (50) menceritakan, awalnya muncul bintik- bintik merah pada tubuh sang kakak. Lalu, bintik itu berubah putih terus menyerupai sisik ular di seluruh tubuh,

“Sempat dibawa oleh keluarga ke rumah sakit Islam Metro menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), namun pihak Rumah sakit menolak dengan alasan beda nama antara di kartu tanda penduduk (KTP) dengan BPJS,” kata Sarmaton, Selasa (18/6).

Tak putus asa, Marji dibawa ke dokter spesialis kulit. Setelah dibawa pulang, bukannya membaik tapi semakin tambah parah.

“Terus kami bawa ke RS AKA Sribhawono. Sepulang dari sana sempat agak membaik namun karena obat habis dan tidak ada dana untuk perawatan dan beli obat, penyakitnya kambuh lagi,” tambah dia.

Melihat kondisi ekonomi keluarga pasien yang tidak mampu perangkat desa setempat membantu mengurus kartu BPJS milik pasien yang beda nama. Selanjutnya, pasien di bawa ke RSUDAM Bandar Lampung.

Dari hasil diagnosa, Marji divonis menderita Infeksi kulit (Erisipelas) yang diakibatkan bakteri Streptokokus. Walaupun gatal dan bersisik, penyakit ini tidak menular.

“Kata dokter tidak menular, sehingga keluarga yang lain tidak perlu diungsikan, namun tetap harus menjaga kebersihan,” timpal Murad.

Hingga saat ini Marji masih berada di RSUDAM Bandar Lampung untuk perawatan oleh spesialis penyakit kulit.

Keluarga berharap ada perhatian dari pemerintah membantu keluarga pasien. Sebab, walaupun saat ini telah menggunakan BPJS namun kelurga juga membutuhkan biaya untuk menunggu dan biaya transportasi dari Lampung Timur ke Bandar Lampung.

Menurut warga setempat Santy (26), keluarga pasien memiliki keterbatasan ekonomi sehingga warga sekitar berinisiatif menggalang dana untuk membantu pengobatan.

“Selama ini warga yang membantu lewat iuran sukarela. Yaaa… kalau bisa pemerintah turun tangan untuk membantu karena pasien betul betul keluarga dari tidak mampu,” ujar Santy. (*/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here