BERBAGI
Riana Sari memberikan sambutan usai dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Provinsi Lampung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Senin (29/7). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Oleh : Riana Sari Arinal


Assalamualaikum wr wb.
Tabik pun


Alhamdulilah, akhirnya saya bisa menyelesaikan tulisan ini, di tengah – tengah
kesibukan sebagai seorang Ibu, pendamping suami, sebagai Ketua TP PKK,
Ketua Dekranas, Bunda Paud, Bunda Literasi dan Ketua berbagai organisasi lainnya.


Ketika Bapak Arinal dilantik sebagai Gubernur, beberapa saat kemudian saya pun
dilantik sebagai Ketua Dekranas Provinsi Lampung oelh Ibu Yusuf Kalla di Istana
Negara. Dan pada tanggal 18 Juni 2019 saya dilantik sebagai Ketua TP PKK
Provinsi Lampung oleh Ibu Erni Cahyo Kumolo di Balai Keratun, Bandar Lampung.
Disusul kemudian pengukuhan saya sebagai Bunda Paud dan Bunda Literasi.

Menyandang sebagai Ketua TP PKK Provinsi Lampung, bagi saya tidak asing lagi.
Selama 32 tahun mendampingi Bapak Arinal di birokrat, saya termasuk aktif
berkegiatan baik di PKK, Dharma Wanita Persatuan, Dekranas dan GOPTKI. Semua
program kerjanya pun sejalan dengan program pemerintah.

Ketua Umum LKKS Provinsi Lampung Riana Sari Arinal saat mendeklarasikan Gerakan Cepat Tanggap Cegah Kekerasan dan Penelantaran terhadap Anak, Sabtu (28/9). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

PKK adalah mitra pemerintah. Kami membantu melaksanakan program – program sampai ke tingkat desa dengan dibantu oleh kader – kader sampai tingkat dasawisma. Target besar saya di PKK adalah Stunting di Provinsi Lampung bisa ditekan atau menurun, terutama di locus desa yang tingkat stuntingnya tinggi.

Begitupula sebagai ketua Dekranas, diharapkan saya mampu mengangkat dan
mengembangkan budaya dan kerajinan khas Lampung sampai mancanegara. Saya
pun sedang mempopulerkan kembali kain khas Lampung, Sebage yang merupakan
kain tua di Provinsi Lampung.

Mungkin lain waktu saya akan menulis khusus tentang Dekranas, karena Lampung begitu kaya akan budayanya. Dan saya bangga menjadi orang Lampung karena Provinsi ini salah satu dari Provinsi yang ada di Indonesia yang mempunyai aksara sendiri, belum lagi hasil kerajinannya. Tapis, Sulam Usus, Manduaro, Belah ketupat Celugam dll. Apalagi kuliner dan alamnya, wah..tidak cukup satu halaman koran.

Baiklah, kita fokus ke judulnya ya, Bunda Literasi. Alhamdulillah, berdasarkan SK No. G/685/V.18/HK/2019 pada tanggal 8 Oktober
yang lalu, saya dikukuhkan sebagai Bunda Literasi oleh Bapak Muhammad Syarif
Bando, Ketua Perpustakaan Nasional.

Bunda PAUD Provinsi Lampung Riana Sari Arinal memberikan ciuman kasih sayang untuk seorang peserta didik pada Gebyar PAUD Tingkat Provinsi Lampung di Hotel Novotel, Kota Bandar Lampung, Senin (23/9). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Sejarah peradaban umat manusia menunjukan bahwa bangsa yang maju tidak
dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah
penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang
literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memajukan masyarakat dunia.
Literasi dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari
buta aksara, melainkan juga yang lebih penting bagaimana warga bangsa memiliki
kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk
menciptakan kesejahteraan dunia.

Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikit kritis,
kreatif, komunikatif, sehingga dapat memenangi persaingan global.

Untuk membangun budaya literasi pada seluruh ranah Pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat), sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menetri Pendidikan dan Kebudayaan Nomer 23 Tahun
2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Layaknya suatu Gerakan, pelaku GLN tidak
didominasi oleh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi digiatkan
pula oleh para pemangku kepentingan, sebagai pegiat literasi, akademis, organisasi
profesi, dunia usaha, dan kementerian/Lembaga lain.

Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal saat melantik Pengurus Dekranasda Lampung Periode 2019-2024 di Balai Keratun, Selasa (3/9). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Apa itu bunda literasi?

Bunda Literasi adalah simbol sekaligus mitra utama dalam upaya memajukan
Gerakan Literasi Nasional. Sebagai figur ibu yang merupakan tokoh sentral dari
setiap jenjang pemerintahan di seluruh tanah air, mulai dari desa/kelurahan hingga
nasional yang memberikan sumbangan pemikiran, sosialisasi, dan penggerak
Budaya Literasi.

Secara umum pengertian Bunda Literasi Provinsi adalah figur dan tokoh sentral
Gerakan Literasi Nasional (GLN) Provinsi. Perannya adalah memberikan sumbangan
pemikiran, sosialisasi, dan penyokong pergerakan literasi di tingkat provinsi.

Tujuan GLN

Tujuan umum Gerakan Literasi Nasional adalah untuk menumbuhkembangkan budaya literasi pada ekosistem Pendidikan mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, dalam rangka pembelajaran sepanjang hayat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal saat berbagi dengan warga Kelurahan Sukaraja, Bumiwaras, Kota Bandar Lampung,Jum’at (8/9). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Sebagai suatu Gerakan, literasi harus memberikan kesempatan dan peluang untuk
keterlibatan semua pemangku kepentingan, baik secara individual maupun
kelembagaan. Literasi harus menjadi milik bersama, menyenagkan, dan mudah
dilaksanakan baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, sesuai
dengan kapasitas dan kemampuan masing – masing.

Demikianlah peran dan tugas saya sebagai Bunda Literasi. Saya sebagai isteri
Gubernur, diharapkan bisa menjadi Role Model untuk dapat mempromosikan
budaya gemar membaca kepada anak – anak, remaja, dan dewasa pada seluruh
lapisan masyarakat.
Dan menudukung program janji kerja Gubernur dan Wakil Gubernur untuk
meningkatkan Literasi Internet dan Layanan Perpustakaan bagi warga desa.

Saya juga mempunyai kegemaran membaca dan menulis. Semoga kedepannya
saya dapat menulis kembali terutama yang berhubungan dengan kegiatan –
kegiatan saya diberbagai organisasi yang saya pimpin.
Terimakasih,
Wasalamualaikum wr wb.

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here