BERBAGI

Medsoslampung.co – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran merencanakan kerjasama dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kerjasama tersebut dalam hal pemetaan lokasi rawan bencana.

Kepala BPBD Pesawaran Mustari menyatakan bahwa BPBD untuk saat ini masih melakukan pembaharuan untuk pemetaan lokasi rawan bencana yang ada di setiap desa di Kabupaten Pesawaran.

“Ya memang kita lagi melakukan pemetaan bekerjasama dengan ITERA, cuma mungkin memang masih belum selesai,” katanya kepada Medsoslampung.co melalui sambungan telepon, Selasa (14/1).

Lanjutnya, Kabupaten Pesawaran memang termasuk di antara kabupaten dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi di Provinsi Lampung. Ia bahkan mengatakan hampir semua kecamatan di Pesawaran termasuk ke dalam kategori rawan bencana.

“Kalau untuk rawan banjir daerah yang sering terjadi itu secara umum yang hampir keseluruhan, cuma yang menjadi prioritas memang Kecamatan Kedondong, Marga Punduh, Punduh Pedada hingga Padang Cermin,” jelasnya.

“Kalau di dataran rendah ya bahaya banjir, daratan tinggi longsor, daerah pesisir rawan air rob, ya kalau di Pesawaran ini semua bencana itu ada semua,” tambahnya.

Untuk itu, dirinya berujar diperlukan pembaharuan pemetaan daerah rawan bencana secara berkala guna mengantisipasi segala kemungkinan terburuk yang bisa diakibatkan dari dan oleh bencana.

“Ya memang kita harus selalu melakukan pembaruan, update terus, tingkat akurasi pemetaan itu juga harus ditingkatkan sebab itu kami kerjasama dengan ITERA, sebab dengan begitu titik-titik rawan yang kita tentukan bisa terakademisi, karena kalau kerjasama dengan universitas kan bisa terakademisi,” ungkap dia.

“Sementara kita masih pakai yang manual, karena memang kerjasama itu baru dimulai di 2020 ini, karena kan perlu tahapan-tahapan juga,” pungkas Mustari. (snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here