BERBAGI
(ist)

LAMPUNG BARAT  – Usaha bunga dI Lampung Barat (Lambar) ternyata cukup menjanjikan. Seperti dirasakan  Sunardi, warga Pekon Padang Dalom, Kecamatan Balik Bukit.

Dia sejak tahun 2000 silam memulai bisnis bunga.. Waktu itu, ia memesan semua bibit dari Bandar Lampung.

“Bisa dikatakan rugi karena ada beberapa bunnga yang sampai sini menjadi layu dan mati,” kenangnya.

Selama tiga tahun bibit bunga selalu dikirim dari Bandar Lampung. Selama itu pula dirinya belajar bagaimana cara membuat pembibitan sendiri, sampai akhirnya mampu membuat bibit berbagai jenis bunga. Seperti bunga Agrunima lipstik, red sumatra, lady falentin, keladi Red.

Bunga-bunga itu harga jualnya cukup menjanjikan. Bahkan, ia sanggup menjual dengan harga Rp300 ribu sampai dengan Rp400 ribu. Sedangkan harga bunga gantung mulai Rp35 ribu sampai Rp75 ribu. Dan bunga dinding Rp75 ribu.

Selain bunga, Sunardi juga menjual bibit buah. Seperti, buah belimbing, alpukat, durian, mangga, dan masih banyak macamnya.

Namun, dalam proses dari tanam sampai buah kalau di Lambar bisa hingga empat tahun karena pengaruh cuaca. “Kalau daerah panas, tiga tahun sudah berbuah,”  jelasnya.

Selama ini, pembeli rata rata dari luar Lambar. Seperti, Bukit Kemuning, Kotabumi, dan Pesisir Barag.

“Kalau untuk Lambar sepertinya peminatnya masih sedikit dan sebagian besar para pegawai yang datang kemari. Kami juga menyiapkan 270 jenis bunga atau tanaman hias, dan 20 jenis buah,” pungkasnya. (eko/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here