BERBAGI

Medsoslampung.co – Keluarga adalah segalanya. Terlebih terhadap kedua orang tua. Ketauladanan dan kewibawaan seorang ayah, jadi bekal menempa diri. Kasih ibunda tercinta, membawa diri menghormati setiap insan, baik tua maupun muda.

Hal tersebut terpatri abadi pada diri Staf Ahli Sosial Politik Kapolri, Irjen Polisi Dr. Hi. Ike Edwin, S.I.K., M.H., M.M.

Karenanya, setiap akhir pekan sepenuhnya ia memberikan waktu untuk keluarga dan kolega.

Hormatnya tanpa batas. Itu pula yang membuat jenderal yang akrab disapa Dang Gusti Ike ini sangat sangat respek kepada sesiapun ketika ia melakukan komunikasi dua arah.

Tokoh adat Perdana Menteri Skala Brak tersebut menggambarkan sosok sang ibunda. Menurutnya, sang ibu adalah wanita terkuat yang ada di muka bumi ini. Ibu telah mengandungnya selama sembilan bulan dan merawat sampai besar seperti saat ini.

Bahkan, dalam perjalanan kehidupan, seorang ibu rela berkorban menahan sakit demi sang buah hati.

“Walau ayah saya dulu selalu mendidik untuk tidak cengeng dan mudah menangis, namun saat bersama Ibu saya dulu sering meneteskan air mata,” kenangnya.

“Terlebih ketika beliau meninggalkan kami untuk selamanya. Saya juga menangis untuk ibu. Naluri saya sebagai anak meski sudah menjabat bintang dua tidak bisa dibohongi,” sambung Dang Ike.

Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang memperoleh poling tertinggi mengalahkan 192 calon lainnya menambahkan, jika kita mencatat jasa-jasa ibu mungkin tidak pernah ada habisnya. Sebab, jasa-jasanya terlalu banyak kepada kita. Hal terpenting sekarang sebagai anak, bagaimana bisa berbakti kepada kedua orang tua yaitu ibu dan ayah.

Untuk itu, kita sebagai anak wajib berbakti kepada mereka. “Haram hukumnya menyakiti hati orang tua. Mereka adalah harta kita yang paling berharga. Mereka hidup dengan dedikasi yang teramat tinggi kepada kita, anak-anaknya,” tegas mantan Kapolda Lampung ini.

Sangking berharganya, hingga sekarang Dang Ike tidak lupa untuk berziarah ke makam almarhum Ayah dan Ibundanya. Seperti seusai mengikuti tes pembuatan makalah tahapan Capim KPK, ia menyempatkan diri berziarah ke makam kedua orangtuanya di Taman Makam Pahlawan. Ditemani putra tercinta serta sang Istri Ike Edwin selalu khusuk mendoakan kedua orang tua tercinta.

Selain dikenal sebagai sosok penyayang orang tua, Ike Edwin juga adalah sosok ayah yang sangat dekat serta menyayangi anak-anaknya. Terbukti setiap libur dirinya menyempatkan untuk menemani putra dan putrinya berlibur dan bermain serta olah raga.

“Jika pulang ke kampung halaman, saya selalu menemani Kanjeng Gusti Saibathin untuk sekedar bermain atau berolah raga. Kanjeng Gusti Saibathin sangat suka olah raga sepak bola. Rasanya terbayar sudah rasa lelah ini saat berkumpul dengan anak-anak dan istri tercinta,”ujar Ike Edwin. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here