BERBAGI

Medsoslampung.co – Puisi-puisi Widji Thukul, di antaranya “Peringatan” yang populat ‘hanya satu kata: Lawan!’ akan dibacakan sebelum film “Istirahatlah Kata-Kata” ditayangkan, Kamis (26/9) malam di Lambam Sastra, Jl Raden Saleh, Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.

Dua pembaca puisi, Iin Muthmainah dan Fajar Mesaz dipercaya untuk mengekspresikan puisi-puisi dari penyair yang martir dalam rezim Orde Baru.

Pembacaan puisi-puisi Thukul sangat relevan ketika mahasiswa se Indonesia kembali turun ke jalan.

Agusri Djunaidi, mewakili pengampu Isbedy Stiwan ZS menjelaskan, usulan dari pengampu Lamban Sastra tepat. Mengingat saat ini lagi ramai mahasiswa berdemo.

“Thukul adalah pejuang dan bergerak dalam reformasi di tanah air. Ia teriakkan ketidakadilan dan kediktatoran rezim Orba melalui puisi-puisinya. Sampai kini kita tidak tahu di mana hilang atau jadi korban,” jelas Agusri.

Pekan Puisi 2019 Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS memilih film tenyang Thukul karena ia penyair dan puisi-puisinya masih relevan dinikmati sampai kini.

Film berdurasi 100 menit itu, kemudian diapresiasi bersama oleh tiga narasumber. Yakni Dede Safara, Iin Muthmainah, dan Isbedy Stiawan ZS. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here