BERBAGI

Medsoslampung.co – Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS telah menyiapkan 18 puisi untuk dibacakan di Lamban Sastra, esok malam (27/9).

Puisi-puisi yang dibaca tunggal itu diambil dari buku puisi terbarunya, “Alamat Rindu Dikutuk Rindu” (Siger Publisher, 2019). Pengampu Lamban Sastra akan menggandeng musisi N Gede (Entus Alrafi Gd).

Isbedy menjelaskan, secara materi sudah siap. Dia juga sudah berlatih vokal dan penampilan.

“Sudah latihan beberapa kali. Semoga tak mengecewakan esok malam,” katanya.

Bagi Isbedy, membacakan puisi ke panggung bagian dari mensosialisasikan karya ke masyarakat. Pembacan tunggal sudah dilakukan 2 kali, yaitu pada 1984 dan 1999 di Taman Budaya Lampung.

“Di Lamban Sastra ini ketiga kali di Lampung. Sekali saya pernah lakukan di Batam dan Tanjungpinang tahun lalu,” jelas dia.

Memilih puisi-puisi dari buku “Alamat Rindu Dikutuk Rindu” karena buku itu terbaru yang diluncurkan. Selain, nuansa puisinya yang romantis dan perenungan.

“Rasanya pas, baik untuk kalangan milenial juga generasi tua. Romantis kan dirasa oleh semua orang,” ungkapnya lagi.

Pada pembacaan puisi tunggal esok malam, Isbedy juga akan memberi kejutan dalam performa art. Ia menyiapkan tata panggung yang berbeda, juga pembuka, dan tentu ada N Gede yang akan menyanyikan 4 puisi Isbedy.

Sementara Sekretaris Lamban Sastra, Syaiful Irba Tanpaka, berharap pembacaan puisi Isbedy menjadi bagian apresiasi sastra di Lampung.

“Penyair tampil tunggal di panggung terbilang langka. Apalagi sekelas Isbedy, jelas tontonan menarik,” katanya mewakili Direktur Lamban Sastra, Agusri Junaidi.

Sebagai rekan sejak muda, Syaiful menilai Isbedy bukan saja produktif berkarya, namun kontinuitas dan tetap menjaga energi dalam menjalani kesastrawananan. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here