BERBAGI
Wagub Lampung Chusnunia Chalim menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung mengenai Raperda LPj. Pelaksanaan APBD Tahun 2018, di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (26/7). Foto Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung.

Medsoslampung.co – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Lampung mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Laporan Pertanggungjawaban (LPj.) Pelaksanaan APBD Tahun 2018, di Gedung DPRD Provinsi Lampung, Jumat (26/7).

Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Aprizal tersebut, salah satu yang diungkap wagub adalah pemenuhan persayaratan agar Provinsi Lampung memiliki bandara dengan Embarkasi Haji Penuh.

Terkait ini, Nunik, sapaan wagub, mengungkapkan bahwa pengerjaan konstruksi landasan pacu dan penyiapan rigid beton untuk parkir stand pesawat A330-300 telah selesai dikerjakan.

Persiapan administrasi, sumber daya manusia (SDM) dan surat keputusan penetapan embarkasi haji oleh Kementerian Agama juga telah selesai.

“Diharapkan Bandara Raden Inten II bisa menjadi embarkasi penuh pada tahun yang akan datang,” ucap Wagub Nunik.

Wagub menyampaikan apresiasinya atas sumbangsih saran dan kritikan yang diberikan oleh seluruh Fraksi DPRD Provinsi Lampung guna penyempuraan Raperda.

Secara khusus Nunik menjelaskan beberapa pertanyaan yang diajukan DPRD Provinsi Lampung. Di antaranya, mengenai target pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Lampung yang terealisasi 89,45 persen. Hal tersebut diakibatkan beberapa hal. Antara lain, pada pos pendapatan pajak daerah bea balik nama kendaraan, tidak dapat terealisasi akibat daya beli masyarakat yang melemah.

Juga pos pajak rokok tidak terealisasi secara maksimal. Nunik menjelaskan, jika hal tersebut karena adanya kebijakan pemerintah pusat yang menyalurkan secara langsung pajak rokok sebesar 37,5 persen kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan digunakan untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Namun demikian, Nunik mengatakan bahwa Pemprov Lampung terus berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah seperti inovasi pengelolaan pajak e-samsat atau samsat ATM, e-pbbkb untuk pembayaran pajak bahan bakar kendaraan secara online.

Juga e-PAP yaitu pembayaran pajak air permukaan secara online. “Pemprov Lampung juga melakukan upaya pendataan potensi pajak kendaraan melalui door to door kepada masyarakat,” ujar Wagub. (brl/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here