BERBAGI
Sekdes Mada Jaya Juheni.

Medsoslampung.co – Fajaruddin, mantan Kepala Desa (Kades) Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, akhirnya resmi dilaporkan oleh Aparat desa setempat ke Polres Pesawaran. Fajaruddin dilaporkan karena memiliki hutang kepada Desa Mada Jaya yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Hutang tersebut sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang diterbitkan Inspektorat Kabupaten Pesawaran yang diterbitkan pada Tahun 2017 dan 2018. Dalam LHP, terdapat arahan untuk menagih sejumlah uang terhadap Kepala Desa Mada Jaya sebelumnya, yakni Fajaruddin.

“Iya hari ini saya mendampingi Sekertaris Desa Juheni, melaporkan kepala desa sebelum saya. Kami laporkan karena yang bersangkutan masih memiliki tanggungan berupa hutang yang mesti dikembalikan ke kas Desa Mada Jaya,” uajr Kades Mada Jaya Sutrisna, Jum’at, (19/7).

“Berdasarkan LHP total uang yang harus dikembalikan oleh Fajar, kurang lebih sebesar 700 juta rupiah. Itu berdasarkan LHP tahun 2017 dan 2018,” tambah Nana, sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, tindakan tersebut dilakukan setelah berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat dan juga Inspektorat Kabupaten setempat.

“Sesuai instruksi Inspektorat, saya sudah tiga kali menyurati Fajaruddin supaya mengembalikan uang sesuai LHP tetapi sampai saat ini belum ada itikad baik dari beliau, sebab itu saya laporkan setelah berkonsultasi dengan tokoh masyarakat dan juga pihak Inspektorat,” tuturnya.

Sutrisna berharap permasalahan yang membelit Fajaruddin dapat segera terselesaikan, dirinya bahkan masih membuka ruang apabila Fajaruddin ingin menyelesaikan permasalahannya secara kekeluargaan.

Sementara itu Fajaruddin ketika dikonfirmasi beberapa waktu sempat berkelit dengan mengatakan telah menyelesaikan segala sesuatu yang menyangkut tanggung jawab dirinya selaku kepala desa kala itu.

Dirinya menambahkan saat ini dirinya enggan untuk turut campur mengenai kondisi desa. Ia memilih fokus untuk melanjutkan hidup dengan menggarap lahan pertanian miliknya.

“Saya sudah tidak tau lagi urusan desa, surat-surat segala macem saya sudah tidak tau lagi. Sekarang saya sudah bukan siapa-siapa lagi. Yang saya urusi sekarang cuma sawah. Sudah tinggal di gunung saya sekarang, kan kepala desa sekarang yang punya uang,” ungkap Fajaruddin. Senin (13/5) silam.

Sementara itu Kanit Tipidkor Polres Pesawaran Ipda M. Nufi yang menerima laporan tersebut menyatakan akan terlebih dahulu mempelajari laporan tersebut sembari melakukan kordinasi dengan Inspektorat.

“Iya kami sudah terima laporannya, akan kami pelajari sambil berkordinasi dengan Inspektorat, secepatnya akan kami proses,” ungkapnya, Jum’at (19/7)
(snd/ram/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here