BERBAGI

Medsoslampung.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pesawaran terus mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) serta kecamatan dan desa di kabupaten setempat turut serta membantu berjalannya program Kabupaten Layak Anak (KLA).

Kepala DP3A Pesawaran Binarti Bintang menuturkan, jika saat ini pihaknya lebih intens berkoordinasi dengan pemkab setempat setra satuan kerja terkait agar program KLA dapat berjalan baik.

“Beberapa waktu lalu, DP3A berkoordinasi dengan OPD terkait, Kecamatan Desa dan pihak kepolisian. Dimana pada bulan ini dilakukan verifikasi lanjutan terkait KLA dari Kementerian P3A. Maka dari itu ya lebih serius lagi, agar pencapaian yang sudah didapat dalam beberapa waktu terakhir bisa bertahan atau ada peningkatan,” ucap dia saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (30/5).

Senada dengan Kepala Bidang Perlindungan dan Kekerasan Anak DP3A Rizni Surya Nurhanah. Bahwa Kabupaten Pesawaran sudah mendapat poin yang cukup baik dalam pelaksanaan KLA. Dimana dari beberapa indikator KLA, Pesawaran sudah mendapat 811 poin.

“Pada pertama dilakukan penginputan data ke Kementerian, kita mendapat 811 poin dimana poin maksimal yakni 1000 poin, dan itu sangat baik. Namun karena di bulan ini dilakukan verifikasi lanjutan oleh pihak Kementerian, nilai tersebut bisa saja turun atau meningkat,” ucap dia lagi.

Pada intinya, sambung dia, dalam penerapan KLA, Kabupaten Pesawaran harus memiliki sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, kecamatan layak anak, desa layak anak.

“Dari situ, kita harus berkoordinasi dengan baik bersama OPD terkait, agar hal ini bisa diterapkan, karena DP3A tak bisa bekerja sendiri,” ucap dia.

Jelas dia, Pemkab Pesawaran sudah mengeluarkan regulasi terkait KLA tersebut, dan sudah pula dikirim ke OPD yang bersangkutan, agar bisa menjalankan hal itu.

“Hanya saja saat ini, ada beberapa kendala terkait data anak dari desa ataupun kecamatan masih belum ada, sehingga kita masih kesulitan dalam penginputan,” ucap dia.

Kemudian, saat ini Kabupaten Pesawaran sudah mendeklarasikan 11 sekolah ramah anak, dan kita juga sudah mempunyai 6 puskesmas ramah anak.

“Sekolah ramah anak dimaksudkan selain belajar, anak juga bisa bermain, dan untuk puskesmas ramah anak, misalnya ruang pemeriksaan gigi, dimana disediakan suasana khusus untuk anak, agar mereka jika sakit gigi, tak takut untuk diperiksa, karena suasananya nyaman,” tutur dia. (ram/snd/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here