BERBAGI

Medsoslampung.co – Kementerian Sosial (Kemensos) tampil dengan Pendidikan Karakter melalui Terapi Psikososial bagi Anak Korban Radikalisme (Pinter Melatih Anak Kobra) di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019. Itu inovasi milik Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta.

Terobosan tersebut bertujuan membantu pembentukan karakter anak-anak yang terlibat dalam jaringan terorisme.

“Dengan membantu anak-anak merubah karakternya dari karakter anak yang radikal menjadi anak yang ceria dengan pemikiran positif, mencintai sesama, senang bertegur sapa, senang menolong, senang belajar, bermain, bersosialisasi dengan lingkungannya, dan percaya diri dengan potensi yang dimilikinya,” ujar Kepala BRSAMPK dra. Neneng Heryani, pada tahapan wawancara KIPP di Jakarta, Senin (8/7).

Masih dari Kementerian Sosial, inovasi kedua berjudul Sistem Data Terpadu Nasional Pengentasan Kemiskinan (SIKS-NG) milik Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial. Inovasi SIKS-NG merupakan solusi bagi pengelolaan data kemiskinan yang terpadu, efektif, dan efisien yang tentu saja memberikan kontribusi dalam penurunan angka kemiskinan.

SIKS-NG mengelola data mikro/detil status sosial ekonomi rumah tangga, keluarga dan individu yang meliputi data demografi, pendidikan, kesehatan, perumahan, kepemilikan aset, dan kepesertaan program bansos/subsidi.

“Pemutakhiran data secara periodik oleh Dinsos kabupaten/kota melalui SIKS-NG menjadikan subsidi yang disalurkan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu,” imbuh Sekjen Kementerian Sosial Hartono Laras. (drw/jpn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here