BERBAGI

Medsoslampung.co – Fakta mengejutkan. Ternyata, bayar warga di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tidak memiliki surat nikah resmi.

Karena itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat pada tahun 2019 mengagendakan sidang Isbat di dua kecamatan. Yaitu, Kecamatan Muara Sungkai, dan Sungkai Tengah. 

Kepala Disdukcapil Lampura Maspardan mengatakan, sidang Isbat merupakan salah satu program Bupati Agung Ilmu Mangkunegara melalui Disdukcapil guna merespons banyaknya masyarakat Lampura yang hingga kini belum memiliki akte nikah atau surat nikah resmi sebagai salah satu dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) yang diakui negara.

Menurutnya, masyarakat yang belum memiliki akte atau surat nikah  dikarenakan banyak dari sebagian mereka yang melakukan nikah siri atau mereka yang menikah pada masa minimnya akses untuk memperoleh akte atau surat nikah pada waktu itu.

“Tahun ini, rencananya kita adakan di empat lokasi, yakni Kecamatan Muara Sungkai, Sungkai Tengah, Abung Semuli dan Kota (baca; Kotabumi). Akan tetapi karena keterbatasan anggaran, kita awali pelasanaannya di Muara Sungkai dan Sungkai Tengah,” terang Maspardan di ruang kerjanya, Rabu (10/7).

Pelaksanaan sidang Isbat di Kecamatan Muara Sungkai, terdiri dari 11 desa. Rencananya dilaksanakan pada Rabu (17/7) mendatang. 

“Setiap sidang Isbat diikuti 100 pasangan. Untuk tahun depan (2020) kita targetkan setiap sidang Isbat diikuti 125 pasangan serta kita juga mencoba untuk mengakomodir peserta dari non muslim agar mereka juga bisa mendapatkan dokumen nikah secara resmi dari negara. Sudah menjadi kewajiban Disdukcapil untuk melayani masyarakat dalam mendapatkan Adminduk secara sah dan legal,” pungkasnya. (ysn/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here