BERBAGI

Medsoslampung.co –┬áBank Indonesia menyelenggarakan Pertemuan Tahunan bersama Presiden RI Joko Widodo, Rabu (24/11/2021). Tahun ini mengusung tema “Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi.”

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung melakukan virtual zoom acara tersebut di Ruang Audiorium Lt.IV. Hadir Gubernur Lampung Arinal.Djunaidi.

Hadir juga Forkopimda Provinsi Lampung, Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Sekprov Lampung, Wali Kota Bandar Lampung, Bupati Pesawaran, Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Lampung.

Mencermati dinamika perekonomian Provinsi Lampung pada tahun 2021, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menyampaikan beberapa rekomendasi guna menyinergikan kebijakan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung di tahun 2022. Di antaranya, melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi, sinergi kebijakan fiskal dan moneter, kerjasama dengan berbagai pihak dilakukan untuk mendorong hambatan dalam produksi, regulasi dan lainnya dari industri prioritas, mendorong perluasan penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal alat pembayaran dalam perdagangan riil, pasar tradisional, kegiatan sosial keagamaan, kesehatan dan transportasi.

Selanjutnya, mendukung penguatan iklim investasi, mendukung perluasan pembukaan aktivitas pariwisata yang aman, penyusunan peta jalan pengendalian TPID 2022-2024, penguatan ekonomi syariah, dan mendorong pengembangan UMKM.

Dalam kesempatan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 57 mitra strategis, di antaranya kepada Gubernur Arinal Djunaidi atas kerjasamanya dalam akselerasi elektronifikasi melalui pembentukan 16 TP2DD di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, atas kerjasamanya dalam perluasan implementasi QRIS dan elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di Provinsi Lampung, sehingga dinobatkan sebagai Duta QRIS dan elektronifikasi.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung juga menerima apresiasi sebagai OPD terkooperatif dalam penyediaan data dan informasi untuk penyusunan assesment dan pelaksanaan advisory kebijakan ekonomi dan keuangan daerah. (kmf/iwr)

BERBAGI