BERBAGI

Medsoslampung.co – Onum-oknum yang mengatasnamakan wartawan masih terus berkeliaran meresahkan masyarakat. Para oknum ini menyasar hingga pelosok desa.

Demikian terungkap dalam Workshop Pendidikan dan Sosialisasi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di Islamic Center Kota Agung, Selasa (27/8). Workshop diikuti oleh 400 guru se Kabupaten Tanggamus.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Provinsi Lampung Suriyadi Alfian memberikan kiat jitu. Ia memastikan, setiap wartawan dibekali dengan identitas diri dari perusahaan tempatnya bekerja.

“Publik harus berani menanyakan identitasnya. Bila perlu tanyakan sudah bersertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) atau belum,” jelas Bang Yadi, sapaan akrabnya.

Bang Yadi menyarankan agar publik tidak takut terhadap wartawan. Sebab, wartawan itu tidak mencari-cari. Wartawan bekerja secara profesional dan bertanggungjawab terhadap karyanya

“Kalau masih ada yang menakuti-nakuti, apalagi hendak memeras atau meminta sejumlah uang, laporkan kepada yang berwajib (kepolisian). Tangkap oknum tersebut saat uang akan diberikan,” tegas Bang Yadi.

Untuk diketahui, Workshop dibuka oleh Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani. Kegiatan yang digelar PWI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus bertema “PWI dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus Bersinergi untuk Pengembangan Sekolah Berbasis Sistem Penjamin Mutu Internal.”

Acara dihadiri Wakil Bupati M. Syafi’i. Tampak juga sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkab Tanggamus.

Adapun narasumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Lampung Dani, Wakil Sekretaris Jenderal PWI Suprapto, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung Juniardi, dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Lampung Wirahadikusumah. Sementara moderator Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Lampung Zahdi Basran.(hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here