BERBAGI

Medsoslampung.co – Pemkab Lampung utara (Lampura) terus berupaya mengurangi daerah blank spot (tak terjangkau jaringan internet). Langkah itu guna mewujudkan Program Internet Desa.

Hari ini (18/7), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sanny Lumi menemui Chief Exsecutive Officer (CEO) Citratel Mulyadi, calon investor jaringan data, di Semarang, Jawa Tengah. Pertemuan berlangsung di Cafe LOT 28 Semarang.

Menurut Sanny, pemkab berupaya menggaet investor luar untuk memaksimalkan jaringan internet masuk ke desa-desa. Hal tersebut guna mendongkrak serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Lampura.

“Lampung Utara butuh investor dibidang jaringan. Dari data, beberapa daerah blank spot,” ucap Sanny kepada media ini.

Kata dia, jumlah masyarakat konsumen jaringan internet terus meningkat. Sementara, signal jaringan sangat lemah, bahkan ada yang tidak ada sama sekali.

“Masyarakat sudah saya informasikan, bahwa dalam rakor (rapat koordinasi) kali ini bersama calon investor jaringan internet di Semarang, adalah sebagai upaya mengatasi hal tersebut. Diupayakan jaringan internet terjangkau ke pelosok desa,” kata Sanny.

Pertemuan di Semarang, sambung Sanny, merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Kominfo, kepala Bappeda, serta beberapa kepala desa, pekan lalu.

Sementara itu, Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara memberikan kebijakan seluasnya kepada seluruh kepala satuan kerja untuk jemput bola investor agar masuk ke Lampura. Dan ini yang dilakukan Kadis Kominfo untuk menggaet investor guna mengatasi persoalan tersebut

“Harapan ke depan daerah blank spot di Lampung Utara bisa segera teratasi,” pungkas Sanny. (lin/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here