BERBAGI

BANDAR LAMPUNG – Program keluarga berencana (KB) di Lampung berjalan sukses. Terbukti, angka kelahiran total (Total Fertility Rate) turun signifikan. Semula 2,7 per wanita pada tahun 2017, menjadi 2,35 tahun 2017.

Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Swasta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) drg. Widwiono memuji keberhasilan Lampung tersebut.

Dia mengungkapkan, penurunan angka kelahiran di Lampung sesuai dengan data Survei Demografi Kependudukan Indonesia ( SDKI) tahun 2017.

“Ini merupakan gambaran keberhasilan sinergi program yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, ” ungkap Widwiono dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga Provinsi Lampung Tahun 2018 di Bandar Lampung, Rabu (28/3).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Hery Sulianto yang hadir mewakili Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno dalam sambutannya menyampaikan kerjasama dan keterpaduan program Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan.

“Karena sesungguhnya program Pemerintah Provinsi Lampung akan berjalan maksimal dengan membangun sinergi program dengan Pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Pusat termasuk BKKBN, ” jelas Hery.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Uliantina Meiti dalam Laporannya tentang pelaksanaan Program KKBPK di Provinsi Lampung secara umum telah menunjukkan hasil yang menggembirakan yang ditandai dengan Angka kelahiran Total (TFR) menurun dari 2,7 menjadi 2,35 menurut SDKI 2017, kesertaan ber-KB, khususnya MKJP meningkat dari 35,2 % menjadi 36,32%, Peserta KB yang tidak terlayani (Unmet need) menurun dari 15,2% menjadi 12,6%.

Selain itu, usia kawin pertama bagi perempuan meningkat. Semula dari 19,7 tahun menjadi 20 tahun. (hms/niz)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here