BERBAGI

Medsoslampung.co – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung pada Rabu (7/8) lalu, ternyata menyisakan masalah. Anggaran yang dikelola KONI kepengurusan sebelumnya sebesar Rp160 miliar dipertanyakan.

Untuk diketahui, ada sejumlah anggaran yang diterima KONI Lampung. Rinciannya, pada 2015 mencapai Rp28 miliar, pada 2016 mencapai Rp55 miliar, anggaran 2017 mencapai Rp37 miliar, pada 2018 mencapai Rp19,9 miliar, dan pada tahun ini mencapai Rp12,7 miliar.

Sayangnya, Musorprov XI KONI yang berlangsung di Gedung Pusiban Komplek Kantor Gubernur Lampung, tidak membahas pertanggungjawaban anggaran tersebut. Seharusnya, dana sebesar itu diaudit oleh akuntan publik sesuai aturan di KONI.

“Dalam anggaran dasar rumah tangga pasal 42, pertanggungjawaban keuangan KONI harus diaudit akuntan publik,” beber Alzier Dianis Thabranie, Rabu (14/8).

“Nyatanya ini tidak. Saat saya interupsi dan mengingatkan, pimpinan sidang, lalu pimpinan sidang menanyakan ke floor, sampai akhirnya laporan keuangan itu diterima dengan catatan,” lanjut Alzier, yang pada kepengurusan KONI sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum II.

Alzier mencium adanya ketidak beresan, dengan tujuan agar peserta Musorprov diam dan tidak kritis dengan kenyataan ini. Sehingga Musorprov berjalan mulus tanpa ada yang menyoalkan terkait anggaran.

Alzier mendesak kejaksaan dan KPK turun tangan menangani kasus ini secara betul-betul serius dan menjadi pelajaran pengurus KONI periode M. Yusuf Sulfarano Barusman, agar tidak terulang kembali.

Dalam laporan pertanggungjawaban KONI Lampung yang dibacakan sekretaris Margiono Tarmudji, jelas disebutkan rincian penggunaan anggaran. Hanya saja tidak disertakan pernah diaudit akuntan publik.

“Saya ingin olahraga di Lampung maju. Dana olahraga tidak dikorupsi dan disimpangkan untuk kegiatan yang bertentangan dengan semangat memajukan olahraga di Lampung. Saya minta penanggung jawab dan pengguna anggaran KONI Lampung. Jangan saling salah menyalahkan dan buang badan satu sama lain,” pungkasnya. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here