BERBAGI

Medsoslampung.co – Dinas Pendidikan Tanggamus menggelar Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat pelajar SD & SMP sederajat, Jumat (14/6). Lomba yang digelar di Kecamatan Kotaagung Pusat, hingga Sabtu (15/6), itu guna menyukseskan 55 Program Desa Asik.

Lomba dibuka Wakil Bupati Tanggamus H. AM. Syafi’i. Hadir Kepala Dinas Pendidikan Drs. Aswien Dasmi beserta jajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Aswien Dasmi menerangkan, jumlah pelajar yang ikut dalam lomba tersebut yakni 164 siswa dengan rincian siswa SD berjumlah 120 dan 44 siswa dari tingkat SMP. Adapun lomba yang diikutsertakan ialah lomba tilawah putra/putri untuk pelajar SD, Dai cilik putra/putri, sedangkan untuk pelajar SMP akan mengikuti lomba cerdas cermat (LCC).

“Lomba ini dilaksanakan selama dua hari dimulai sejak (14-15/6) dengan melibatkan 15 dewan hakim atau juri dari unsur Dinas Pendidikan dan Kemenag Tanggamus, ini merupakan kegiatan lanjutan yang mana sebelumnya pada bulan Februari 2019 juga telah melakukan kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i ketika ditemui usai membuka kegiatan menyampaikan bahwa MTQ tingkat pelajar ini merupakan pelaksanaan program dari 55 rencana Aksi Desa Asik. Yang tentunya harus dilaksanakan dalam rangka memberantas buta aksara al Quran, dan melalui ajang ini juga dapat secara bertahap menuju ketingkat selanjutnya. Sehingga semua pelajar diharapkan memiliki kompetensi yang mumpuni dibidang keagamaan.

“Dari proses ini mana yang terbaik kita berharap kedepannya, mereka mampu menjadi wakil Kabupaten Tanggamus di level yang lebih tinggi, dan yang berprestasi akan kita berikan imbalan beasiswa,”kata Wabup.

Wabup berharap, para pelajar dapat mengikut lomba MTQ tersebut dengan baik. Tidak hanya itu, setelah dilaksanakannya kegiatan tersebut para peserta pelajar dapat memahami bukan hanya membaca Al-Qur’an nya saja tetapi makna yang terkandung dalam Alquran itu sendiri.

“Kita inginkan Tanggamus kedepan memiliki generasi yang tidak hanya memahami ilmu dibidang pendidikan saja tetapi tidak memahami ilmu agama. Oleh karena itu program ini kita gulirkan karena menginginkan para pelajar di Tanggamus juga dibekali dengan ilmu agama dan tahapannya sudah kita mulai melalui lomba MTQ ini,” pungkasnya. (ted/hel)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here