BERBAGI

Medsoslampung.co – Penyair Agusri Junaidi membuka 3 Penyair 1 Panggung Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS, Senin (22/9) malam ini.

Agusri membaca puisi andalannya, “Lelaki yang Menyimpan Kata-Kata di Saku Benaknya”, sebagai puisi ode untuk Paus Sastra Lampung dan pengampu Lamban Sastra.

Diakui Agusri bahwa puisinya itu lahir setelah bergaul dan mengenal dekat dengan Isbedy.

“Saya ngagumi dia tapi bukan mengkultuskan. Kagum karena memang Isbedy layak dikagumi,” ujar penyair yang ASN di Pemprov Lampung.

Dua penyair sepanggung Pekan Puisi 2019 adalah Hernan Tori. Penyair asal Tulangbawang ini sehari-hari adalah komisioner KPU setempat.

Tiga penyair satu panggung akan dipungkas dengan diskusi oleh pembahas Kahfie Nazarudin, Syaiful Irba Tanpaka, dan Isbedy Stiawan ZS.

Sementara Hernan menjelaskan, puisi-puisinya yang terhimpun dalam “Anganku di Antar Hujan dan Bangku Tua” ditulis semasa ia masih remaja.

“Pada dasarnya puisi ini adalah ekspresi saya pada alam, Tuhan, dan masyarakat miskin,” jelas dia. (brl)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here